Zalam TEKNIK zalam Zejahtera untuk kita Zemua...
O iyaa...sebelum saya melanjutkan tulisan ini...saya perkenalkan diri dulu kali yah...Saya Indra Lesmana Agung biasa di sapa "ilee" (nyambung dimana?? jangan tanya saya...karna sayapun masih bingung sampai sekarang cari jawabannya Indra Lesmana Agung dipanggil Ilee itu nyambung dimana...), kelahiran 07/07/88. dan kebetulan sekarang kuliah dijurusan sipil fakultas teknik universitas hasanuddin...
Nahh...karna kebetulan saya orang teknik sipil, kali ini saya akan berusaha mengungkap tabir (ahh...apasiehh...), maksudnya akan mencoba berbagi ilmu dengan teman-teman khususnya teman-teman yang kebetulan kuliah ambil jurusan sipil KBK Keairan...
Kali ini yang akan kita kupas habis adalah “EROSI”...kenapa EROSI ??, karna kebetulan tadi pagi saya baru saja kuliah “Erosi Dan Angkutan Sedimen”, dari pada nanti lama kelamaan akan hilang dimemori kepala saya mending di tulis disini ajaa,siapa tau ini bisa berguna buat teman-teman nantinya hehehe... Dalam tulisan ini banyak referensi yang saya ambil dari buku, bapak dosen, dan yang tidak ketinggalan Oom Google. Kalau
begitu tidak usah banyak basa basi lg dehh...kita langsung aja ke TKP...
EROSI

- Pengertian Erosi
Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup seperti hewan yang membuat liang atau biasa disebut dengan bio-erosi. Jadi dari pengertian diatas dapat disederhanakan bahwa Erosi merupakan suatu kejadian pengikisan kepadatan yang di sebabkan oleh alam maupun kegiatan organisme. Erosi merupakan suatu kejadian yang sangat mudah dikenali, dan dapat kita cegah agar efek erosi tidak terlalu besar bagi makhluk hidup baik itu manusia, tumbuhan maupun hewan, biasanya parahnya efek dari erosi disebkan oleh turut campur tangan manusia.
- Penyebab Erosi
Ada beberapa penyebab dari erosi :
- Curah hujan yang tinggi
Curah hujan yang tinggi sangat berpengaruh terhadap terjadinya erosi, karena adanya volume air yang berlebih yang jatuh diatas permukaan tanah yang mengakibatkan kemungkinan partikel-partikel tanah yang halus menjadi lepas.
2. Lahan Yang Gundul
Lahan yang gundul mengakibatkan laju air permukaan semakin besar sehingga mengakibatkan pengikisan sedimen-sediment diatas permukaan tanah menjadi terkikis. Hal ini bisa mengakibatkan terbentuknya alur-alur yang dalam dan lebarnya mencapai beberapa meter, dan berbentuk “V” atau “U”.
3. Erosi yang disebabkan oleh Angin
Biasanya erosi disebabkan oleh angin yang terjadi pada gurun atau pesisir. Lapisan tanah yang halus mengakibatkan terjadinya angkutan sedimen yang dibawah oleh angin dan akan menumpuk disuatu tempat. Erosi yang disebabkan oleh angin dibedaakan menjadi 2 yaitu:
a. Deflasi: erosi oleh angin yang bertiup dan menyebabkan material halus lepas dan terangkata.
b. Abrasi: erosi oleh material-material halus yang diangkut oleh angin ketika angin menerpa suatu batuan.
4. Erosi disebabkan oleh Es
Erosi ini terjadi akibat perpindahan partikel-partikel batuan karena aliran es yang terjadi di pinggiran sungai. Sebenarnya es yang bergerak lebih besar tenaganya dibandingkan dengan air. Misalnya glacier yang terjadi di daerah dingin dimana air masuk ke pori-pori batuan dan kemudian air membeku menjadi es pada malam hari sehingga batuan menjadi retak dan pecah, karena sifat es yang mengembang dalam pori-pori.
Erosi ini terjadi akibat perpindahan partikel-partikel batuan karena aliran es yang terjadi di pinggiran sungai. Sebenarnya es yang bergerak lebih besar tenaganya dibandingkan dengan air. Misalnya glacier yang terjadi di daerah dingin dimana air masuk ke pori-pori batuan dan kemudian air membeku menjadi es pada malam hari sehingga batuan menjadi retak dan pecah, karena sifat es yang mengembang dalam pori-pori.
5. Akibat dari gaya berat
Seperti yang kita ketahuai bahwa gaya berat itu bergerak dari tempat yang tertinngi ketempat terendah. Dengan adanya kemiringan pada sebuah permukaan akan menyebabkan berpindahnya material dari atas kebawah permukaan entah itu di sebabkan oleh air, angin, atau karena tekanan massa tanah yang disebabkan karna tidak kuat kekuatan ikat tanah, kejadian seperti ini biasanya dapat menimbulkan terjadinya longsor.
6. Akibat Perlakuan Organisme
Erosi dapat terjasi karena adanya aktivitas dari manusia seperti pemboran, penggerusan atau penghancuran terhadap batuan, dan juga penggundulan hutan.
- Dampak Erosi
Dampak dari erosi sebenarnya ada yang menguntungkan dan merugikan, namun jika ditinjau secara spesifik dan mendalam lagi lebih banyak dampak negatifnya.
Dari sisi positifnya erosi dapat mengakibatkan terbentuknya saluran drainase alami, tapi itupun hanya sebagian kecil saja yg bisa dimanfaatkan oleh manusia. Selain dari pada itu erosi yang tidak berlrbihan mengakibatkan pengangkutan sedimen yang mengakibatkan terbentuknya lahan persawahan yang rendah dan subur.
Sedangkan dampak negatif yang diakibatkan oleh erosi adalah :
- Kehilangan unsur hara bahan organik, hal ini disebabkan oleh terkikisnya lapisan tanah yang subur sedikit demi sedikit. Hal ini berdampak pada kehilangan produksi peningkatan penggunaan pupuk dan kehilangan lapisan olah tanah yang akhirnya menimbulkan terjadinya tanah kritis
- Menyababkan kemampuan Infiltrasi tanah menjadi rendah hal ini mengakibatkan air tidak dapat diserap oleh tanah, sehingga air permkaan akan meluap dan bisa menyebabkan banjir.
- Erosi yang berlebihan akan mengakibatkan pengangkutan sedimen yang berlebih dan kemudian akan menumpuk di suatu tempat, biasanya sedimen-sediment yang disebabkan oleh air akan menumpuk didasar sungai atau danau yang akan menyebabkan pendangkalan permukalan sungai atau waduk
- Mengakibatkan kerusakan kualitas air, pada danau, sungai, waduk, dan air yang akan dikonsumsi oleh makhluk hidup.
- Pencegahan Erosi
Erosi merupakan peristiwa alam, sehingga tidak mudah untuk mencegah terjadinya erosi, yang bisa kita lakukan adalah berusah agar dampak dari erosi tidak terlalu besar terhadapa kehidupan organisme. Ada beberapa cara yang biasa dilakukan untuk mencegah terjadinya erosi, antara lain:
1. Penghijaun lahan atau hutan gundul
2. Konservasi tanah
3. Pemasangan Bronjong kawat didaerah pinggir sungai
4. Pembuatan Teras-teras tanah
5. Pembuatan Pemecah Angin atau Gelombang
6. Dll




